Senin, 27 April 2009

Surat Pengunduran Diriku

Bandar Lampung, 28 April 2009


Kepada Yth.
Direktur Rumah Sakit Urip Sumoharjo
Cq. Manager Personalia
di Tempat


Dengan hormat,

Bersama surat ini saya mengajukan permohonan mengundurkan diri sebagai karyawan rumah sakit Urip Sumoharjo terhitung tanggal 28 Mei 2009.

Saya menghaturkan terimakasih karena telah diberikan kesempatan untuk belajar dan bekerja sebagai perawat di rumah sakit Urip Sumoharjo selama kurang lebih 2 tahun.

Tak lupa saya mohon maaf kepada seluruh karyawan serta jajaran manajemen apabila terdapat hal-hal yang tidak baik yang telah saya lakukan selama bekerja di rumah sakit Urip Sumoharjo.

Saya berharap dan berdoa agar rumah sakit Urip Sumoharjo menjadi rumah sakit yang terus maju dan sukses.


Hormat saya,


Nur Setiawan, Amd.Kep

Jumat, 24 April 2009

Aku Ingin Segera Meninggalkan Pekerjaanku

Akhir-akhir ini ada yang mengganjal dan mengganggu pikiranku. Sepertinya aku ingin segera keluar dan meninggalkan pekerjaanku di Rumah Sakit. Aku merasa bosan dengan rutinitas dan aturan-aturan yang harus aku jalani. Kalau bekerja harus inilah.. harus itu lah.. Gak enak pokok nya. Aku harus selalu nurut sama atasan.

Aku sering membaca buku-buku tentang bisnis dan melakukan blogwalking punya orang-orang yang aku anggap sukses. Dari sinilah aku mendapat inspirasi, motivasi bahkan aku juga mendapat provokasi dari artikel-artikel yang mereka tulis. Mereka memprovokasi agar segera melakukan take action bila ingin sukses dan jadilah pengusaha. Semakin cepat kita action, semakin cepat pula kita sukses. Walaupun untuk mencapai kesuksesan kita harus melewati banyak halangan bahkan juga kegagalan. Tapi itulah dunia bisnis yang harus dijalani bila ingin menjadi pengusaha. Kegagalan adalah hal yang biasa dan wajar, yang terpenting bagaimana kita bangkit lagi dari kegagalan tersebut.

Beberapa hari yang lalu aku melihat lokasi bagus untuk buka apotik. Kami (Aku, kakaku dan mas Deni) berencana untuk membuka apotik lagi. Mas Deni adalah karyawan yang sekarang bekerja di apotik Untung sekaligus salah satu pemiliknya. Tapi ada permasalahan yang dihadapi dan menyebabkan kami belum siap untuk membuka apotik. Kami tidak punya karyawan, karena karyawan yang ada di Apotik Untung belum mau untuk merintis usaha karena beberapa alasan yang sebenarnya tidak terlalu menjadi permasalahan.

Beberapa hal diatas yang membuat aku ingin segera keluar dari Rumah sakit, dan ingin segera action untuk mengembangkan usaha kami. Aku ingin belajar mengendalikan dan mengontrol bisnis kami secara langsung.
Memang butuh keberanian untuk itu, karena mungkin aku tidak mendapatkan gaji lagi setiap bulan. Tapi aku yakin aku bisa dan berani. Semoga aku mendapat petunjuk dari Alloh SWT.
Bagaimana menurut anda?

Teruslah BELAJAR dan Tetap SEMANGAT.....

Selasa, 14 April 2009

PTT Perawat 2

Cerita ini adalah lanjutan dari PTT Perawat 1 mengenai program PTT perawat di Lampung yang sudah menyebar beritanya, tapi tidak mudah untuk mengikutinya karena informasi ini ditutup-tutupi. Saya sendiri tau informasi ini dari teman dan mengusulkan saya untuk ikut.

Setelah saya pertimbangkan dan minta pendapat dari keluarga, semua kakak saya tidak ada yang mendukung karena harus memakai uang. Hanya orang tua saja yang mendukung tapi saya sudah kasih pengertian dan mendukung apapun keputusanku. Karena semua kakak saya tidak ada yang mendukung akhirnya saya menolat tawaran tersebut. Tadi saya sudah menghubungi mr.X tersebut dan menolak tawaran tersebut.

Beberapa alasan saya menolak tawaran PTT perawat yang harus memakai uang tersebut antara lain :
Pertama, Karena menurut saya memakai uang itu sama dengan menyuap dan dalam islam itu tidak dibenarkan. Selain itu jika saya nanti berkeluarga mungkin uang dari pekerjaan itulah yang akan saya berikan untuk memberi nafkah keluarga, dan saya tidak mau itu.
Kedua, Jumlah uang tersebut tidak sedikit bagi saya. Walaupun kalau diusahakan bisa saya dapatkan.
Ketiga, Semua kakak saya tidak ada yang mendukung jika harus menggunakan uang. Orang tua juga selalu mendukung apapun keputusanku. Dan beberapa alasan lain nya.

Itulah beberapa alasan mengapa saya menolak tawaran tersebut. Saya yakin jika ini bukan jalan saya pasti alloh SWT akan memberikan rizki dari jalan lain. Amiin. Semoga keputusan yang saya ambil ini benar dan mendapat ridho dari alloh SWT. Bagaimana dengan anda?
Semoga bermanfaat.

Teruslah BELAJAR dan Tetap SEMANGAT.....

Sabtu, 11 April 2009

PTT Perawat 1

Ada informasi yang terus menyebar bahwa mau ada program PTT (Pegawai Tidak Tetap) untuk perawat, yang sebelum nya belum pernah ada program seperti ini. Yang sudah ada sebelumnya hanya program PTT untuk dokter dan bidan.Katanya jika sudah menjadi PTT, peluang untuk menjadi PNS sangat besar walaupun harus sabar menunggu untuk beberapa waktu. Karena peluangnya yang besar ini banyak sekali teman-teman perawat yang sangat mengharapkannya. Termasuk saya sendiri, walaupun tidak terlalu mengharapkan.

Informasi ini tidak menyebar luas dan hanya orang-orang tertentu saja yang tahu hal ini. Berarti saya yang termasuk orang tertentu itu ya? Tidak juga..

Saya dapat informasi ini dari temen bidan yang kebetulan dia sudah PTT dan kenal dengan mr.X yang punya koneksi dengan orang Dinas.
Si mr.X tersebut memberitahu temen saya, ada gak yang mau ikut PTT? Kemudian temen saya mengusulkan agar saya yang ikut.

Beberapa hari yang lalu saya dihubungi temen saya tersebut dan meminta untuk menemui mr.X secara langsung.
Karena kebetulan saya mau pulkam (Pulang Kampung) dan da acara dirumah. He.. He.. Ngaku juga kalau orang kampung. Akhirnya aku kemarin nemuin mr.X tersebut. Setelah ngobrol dan cerita panjang lebar, sampailah pada inti dari pembicaraan yang ditunggu-tunggu dari tadi yaitu finansial.
Ternyata untuk ikut PTT tersebut tidak gratis bahkan tidak sedikit bagi saya, yang berpenghasilan tidak begitu besar. Bandrol atau harga yang diberikan untuk biaya pengurusan sekitar 10juta untuk kabupaten tertentu. Jika kita meminta ditempatkan dikabupaten lain maka di kenakan biaya sekitar 15juta dengan catatan setengah dimuka dan setengahnya lagi setelah SK keluar.
Saya tidak langsung memberikan jawaban, dan mengatakan bahwa akan dipertimbangkan lagi. Karena menurut saya uang tersebut tidak sedikit.

Apakah saya menerima tawaran dan menyanggupi biaya tersebut? Sampai saat menulis ini, saya juga belum tahu jawaban nya. Tunggu aja ya!
Saya akan meminta nasihat dari keluarga dulu.

Apakah seperti ini jalan yang harus ditempuh untuk bekerja di instansi pemerintah?
Memang sepertinya tidak bisa dipungkiri lagi bahwa salah satu jalan untuk bekerja di instansi pemerintah memang harus seperti ini. Tinggal kita sendiri mau pilih jalan yang mana. Apakah jalur tersebut yang mudah tapi mahal atau jalur murni yang lumayan susah tapi gratis?
Tapi kalau menurut saya mendingan jalur murni kalau bisa. Insya'alloh aku bisa. Berusaha terus dan semangat.
Semoga bermanfaat dan menjadi pertimbangan.

Teruslah BELAJAR dan Tetap SEMANGAT.....

Selasa, 07 April 2009

Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 3

Tulisan lanjutan dari Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 2.

Tips dalam memasarkan produk yang terakhir adalah:
Pahami Ramuan Pemasaran (Marketing Mix).
Pemasaran bukan hanya menjual semata. Ujung dari pemasaran adalah transaksi penjualan.Kegiatan pemasaran tidak hanya menawarkan produk ke calon pembeli, seperti yang diuraikan sebelum nya, tapi pemasaran juga menetapkan jenis-jenis produk yang tepat untuk sasaran konsumen, menetapkan harga, menetapkan sistem distribusinya, dan juga kiat promosinya. Dalam dunia pemasaran disebut juga ramuan pemasaran (Marketing Mix).

1. Product.
Mencakup keragaman produk, mutu, desain, karakteristik, merek dagang, kemasan, ukuran, pelayanan, dan jaminan.

2. Price.
Mencakup harga agen, harga eceran, diskon, kemudahan, sistem pembayaran, dan fasilitas kredit.

3. Place.
Mencakup lokasi usaha, distribusi produk, persediaan barang.

4. Promotion.
Dalam bisnis modern, promosi merupakan senjata ampuh untuk membujuk konsumen supaya membeli. Ada 5 cara promosi yang umum dilakukan pebisnis, yaitu direct selling, sales promotion, public relation, publication, dan advertising.

Demikian penjelasan tentang Tips Memasarkan Produk dengan Praktis. Semoga tips tersebut bermanfaat bagi pembaca dan bagi saya sendiri agar saya selalu mengingat nya. Tulisan yang berlanjut tentang Tips Memasarkan Produk dengan Praktis saya kutip dari buku karangan
Bambang Suharno yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya. Semoga bermanfaat..

Teruslah BELAJAR dan Tetap Semangat.....

Senin, 23 Maret 2009

Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 2

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelum nya yaitu : Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 1

Saya minta ma'af karena janji saya untuk melanjutkan tulisan tentang Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 1 tidak segera diselesaikan. Dan baru sekarang saya akan melanjutkan dan membahas tentang tema tersebut yang sempat tertunda selama beberapa bulan.

Perlu diingatkan kembali bahwa untuk memasarkan produk dengan praktis ada beberapa langkah antara lain : Tetapkan calon pembeli, Buat calon pembeli benar-benar menjadi pembeli, Buat pembeli lebih sering membeli, Buat mereka membeli lebih banyak.
Pada tulisan sebelumnya di Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 1 sudah dibahas tentang Tetapkan calon pembeli. Untuk sekarang ini saya akan membahas tentang Buat calon pembeli benar-benar menjadi pembeli dan Buat pembeli lebih sering membeli.

2. Buat calon pembeli benar-benar menjadi pembeli.
"The greatest money making secret in the history is giving", demikian kata salah seorang guru bisnis dunia. Untuk mendapatkan uang, cara paling mudah adalah memberi. Memberilah sesuatu ke orang lain maka anda akan mendapatkan sesuatu.
Banyak orang kebingungan mempromosikan produk atau jasanya. Apabila anda salah satu dari yang bingung mempromosikan produk atau jasa, ikutilah petuah memberi.

Sebagai gambaran, anda mau membuka jasa kursus privat bahasa inggris khusus anak-anak. Anda mau membuat brosur atau iklan tapi tidak punya uang. Sarannya berilah kursus gratis ke orang-orang sekitar anda. Anda bisa mengumumkan melalui forum pengajian, kelurahan RT atau RW. Katakan ini bulan promosi. Bulan pertama anda bisa beri gratis, bulan kedua sampai kelima diskon 50%, bulan selanjutnya diskon 25% dan seterusnya sampai tanpa diskon.
Contoh lain, anda membuka warung soto. Mulai promosi dengan memberi makanan ketarget pembeli. Jika berat,buat promosi "beli soto gratis teh manis". Atau variasi lain seperti voucher diskon atau yang lain terserah anda.

Dengan memberi sesuatu kepada calon pembeli, anda akan mendapatkan pembeli.

3. Buat pembeli lebih sering membeli.
Setelah berhasil menggaet pembeli, jadikan pembeli itu sebagai pelanggan.Jangan pernah kecewakan mereka, tanyakan respon tentang produk anda. Jangan takut mereka mengkritik produk anda. Karena dengan kritikan anda dapat melakukan perbaikan.
Ingatlah, semakin banyak pembeli semakin banyak komplain. Justru jika tidak ada komplain dikhawatirkan pembeli yang kecewa langsung pindah ketempat lain.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat pembeli menjadi pelanggan:
- Paket keanggotaan dengan diskon khusus.
- Minta masukan dan saran tentang pelayanan anda ke pembeli yang sudah berulang kali datang.
- Buat promosi bonus, misalnya "beli 10 gratis 1".
- Membuat garansi.
Untuk pembahasan yang lain akan dilanjutkan pada Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 3.Tunggu kelanjutan nya.

Teruslah BELAJAR dan Tetap SEMANGAT.....

Minggu, 22 Maret 2009

Berbagi cerita

Sudah lama juga aku gak update dan biarin blog yang gak ada isi ini tambah sepi. Saat ini kuhanya ingin berbagi cerita tentang kehidupanku sekarang ini. Aku dilahirkan di sebuah desa kecil yang berada di Kabupaten Lampung Tengah di Propinsi Lampung, tepatnya di desa Sendang agung.

Aku menempuh pendidikan SD dan SMP di tempat ini, setelah lulus SMP aku meninggalkan desa untuk menempuh pendidikan SMA di Kota Metro. Kemudian aku melanjutkan kuliah, tapi hanya mengambil Diploma 3 Keperawatan di POLTEKKES Tanjung Karang di Bandar Lampung. Selama 3 tahun kuliah akhirnya aku wisuda juga di tahun 2006.

Setelah lulus kuliah aku tidak mau tinggal di desa karena aku ingin mandiri tanpa harus membebani orang tua. Lagipula informasi yang masuk kesana kurang.setelah lulus aku belum langsung bekerja, aku harus melamar pekerjaan dari Rumah sakit satu ke Rumah sakit lain dan beberapa tempat lain nya. Selama beberapa bulan menunggu belum ada panggilan.
Pada bulan November 2006 ada penerimaan karyawan di salah satu rumah sakit swasta di kota Bandar Lampung yaitu di Rumah Sakit Urip Sumoharjo (RSUS), kemudian aku masukan lamaran kesana dan mengikuti beberapa tahapan tes. Akhirnya pada bulan Desember 2006 aku diterima bekerja di RSUS di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sampai sekarang.
Aku merasa bersyukur dan senang karena sudah bekerja dan bisa mandiri walaupun saat itu statusku masih masa uji coba atau training selama 3 bulan dan belum dikatakan mandiri sepenuhnya karena tinggalku masih numpang tempat kakak. Aku tinggal disana tidak hanya numpang makan dan tidur saja, karena aku juga membantu usahanya ditoko dan apotik. Dan dari sinilah aku mulai mengenal bisnis.

Sekitar awal tahun 2007 aku diajakin kakakku untuk buka usaha apotik. Karena aku tertarik dengan bisnis, maka nya aku menerima ajakan tersebut. Yang jadi masalah, aku tidak punya uang banyak pada saat itu. Karena untuk membuka apotik modalnya tidak sedikit.
Kusampaikan hal ini dengan orang tua dan kakak-kakakku yang lain.
Setelah bingung dan mikir gimana caranya dapetin uang tersebut, akhirnya aku dapat pinjaman lunak dari ortu dan kakakku. Maksudnya pinjaman itu tanpa bunga, terserah kapan mulangin nya dan enaknya lagi boleh dicicil lho! Alhamdulillah alloh ngasih jalan..

Setelah melakukan persiapan, ngurus izin dan pengadaan barang. Walaupun tidak semuanya aku yang nglakuin. He.. He..
Akhirnya pada bulan September 2007 apotik kami resmi beroperasi dan kami beri nama Apotik UNTUNG. Karena memang lokasinya di pasar untung, yaitu sebuah pasar tradisional di Labuhan dalam kota Bandar Lampung.

Tak terasa sudah setahun lebih apotik kami berjalan dan 2 tahun lebih aku bekerja di RSUS, pengalaman, pelajaran, keahlian, keterampilan menangani kegawat daruratan dan bermacam-macam pasien serta penyakit yang sudah kutemui disini, tapi kenapa belum merasa nyaman bekerja di rumah sakit ini. Sebenarnya aku senang bekerja di IGD karena banyak mendapatkan keahlian dalam penanganan kegawat daruratan dan menolong sesama, tapi kenapa aku tidak merasa nyaman ya? Mungkin karena tiap hari aku membantu di toko dan apotik, aku lebih tertarik terjun di dunia bisnis. Dan aku mempunyai keinginan untuk mengembangkan usahaku agar bisa menjadi besar. Tapi untuk sementara ini aku akan tetap bekerja dulu di RSUS untuk menambah keahlian dan menyisihkan sedikit uang dari gaji untuk mengumpulkan modal demi usaha yang kuharapkan, agar menjadi pebisnis dan pengusaha yang sukses. Tulisan tentang perjalanan hidup akan terus kutuangkan ke blog ini dan aku ingin mendapat kan bimbingan dan dukungan dari setiap orang untuk mewujudkan impian tersebut.

Teruslah BELAJAR dan Tetap SEMANGAT.....
.