Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juni 2009

Membuat Komitmen Untuk Kita Sendiri

Beberapa hari ini saya telah memulai aktivitas baru, mempelajari sesuatu yang baru dan ditempat yang baru. Apa nya yang baru?
Saya sudah tidak Bekerja lagi di RSUS jadi saya tidak bisa belajar disana lagi. Saya sekarang sedang mempelajari tentang sistem bisnis diapotik, pelayanan terhadap pelanggan, obat-obatan dan masih banyak lagi. Untuk mempelajari semua ini saya belajar di apotik Untung dan apotik Tanjung senang. Tapi mungkin nanti saya akan belajar di tempat lain.

Untuk awal saya mempelajari tentang obat-obatan dan pelayanan diapotik. Setelah mempelajari hal ini ternyata saya semakin tahu kekurangan saya dan semakin banyak hal-hal yang belum saya ketahui. Saya jadi tahu juga bahwa banyak yang harus dibenahi di apotik Untung agar mampu bertahan dan bersaing menghadapi persaingan bisnis. Dari sinilah saya berkomitmen bahwa saya harus mempunyai kemampuan dan bisa menguasai apa yang sedang saya pelajari sekarang agar saya menjadi orang yang mampu berwirausaha dibisnis apotik, yang dalam arti lain adalah seorang pengusaha. Dengan niat, kemauan, kemampuan yang saya miliki, saya harus berusaha keras untuk mewujudkan hal itu. Amiin.. "Bismillah...."

Beberapa hari yang lalu juga melalui Facebook, yang sedang sering dibicarakan dan katanya diharamkan. Kalau saya sih tergantung niat dari pengguna nya. Permintaan pertemanan saya di approve oleh member dan petinggi komunitas TDA. Beberapa orang adalah member TDA di Lampung. Dari perkenalan itu walaupun belum pernah bertemu, berencana membuat Komunitas TDA Lampung. Yaitu sebuah komunitas bisnis yang terdiri dari para pengusaha, calon pengusaha dan orang-orang yang berkeinginan menjadi pengusaha yang berusaha untuk saling berbagi dan memberi kepada sesama. Kalau saya mungkin masih termasuk yang ketiga. Semoga komunitas ini segera berdiri dan saya bisa berkontribusi di komunitas ini. Bagi anda yang tinggal di Bandar Lampung dan sekitarnya adakah yang mau bergabung untuk sama-sama belajar tentang bisnis disini? Semoga ini adalah langkah awal saya untuk mewujudkan harapan, dan agar menjadi orang yang bermanfaat serta berguna bagi orang banyak. Amiin...

Teruslah BELAJAR dan Tetap SEMANGAT.....

Sabtu, 23 Mei 2009

Apotek Untung, Usaha PertamaKu dan TempatKu Belajar Bisnis

Apotek Untung adalah sebuah apotek yang terletak di pasar tradisional di daerah Labuhan dalam, kecamatan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung. Apotek yang berada didepan pasar untung ini mulai beroperasi tanggal 4 september 2007, tanpa opening ceremony atau peresmian apa pun. He.. He.. Laa wong Apotik kecil aja koq mau opening ceremoni segala ya! Tapi saya yakin apotek ini nantinya akan berkembang dan bertambah besar.

Apotik ini bukan hanya saya saja sebagai pemiliknya, karena memang apotik ini adalah usaha bersama antara mas Mif (kakakku yang sudang punya bisnis apotek sejak lama), mas Deni (karyawan kakakku diapotek yang sebelumnya) dan saya sendiri. Apotek ini didirikan karena kakakku telah menutup apoteknya di daerah pringsewu karena tidak berkembang pesat yang dikelola mas Deni. Tidak tahu apa penyebabnya kenapa apotek ini tidak berkembang, padahal lokasi nya di pasar pringsewu. Karena hal inilah akhirnya kakakku menutup apotiknya dan akan mencari lokasi baru di Bandar Lampung serta mengajak saya bekerjasama. Apotek ini merupakan usaha pertamaku karena sebelumnya saya belum mempunyai bisnis apapun.

Setelah apotik ini benar-benar beroperasi, selain bekerja di rumah sakit Urip Sumoharjo saya juga sering membantu di apotek untung. Karena pada awal-awal berdirinya yang jaga disana hanya mas Deni sendiri. Jadi jika ada waktu senggang dan saya tidak bekerja di rumah sakit, saya menyempatkan untuk keapotik sekaligus belajar bisnis. Dari sinilah saya mulai belajar bisnis dan tahu bagaimana pengelolaan sebuah apotek, walaupun belum tahu banyak sih! Tapi setidaknya saya sudah mengerti. Dan sekarang karyawan nya sudah bertambah, meskipun begitu saya tetap sering membantu di apotek karena saya ingin terus belajar.

Setelah saya resign dari RSUS nanti yang tinggal berapa hari lagi saya akan sering di apotek untuk mempelajari lebih banyak bagaimana bisnis dan pengelolaan sebuah apotek serta sistem manajerial yang baik. Karena kami berencana membuka cabang lagi agar usaha kami terus berkembang. Dan untuk kebaikan saya sendiri agar menjadi expert di bisnis apotek. Saya yakin pasti saya bisa dan saya akan terus mengasah kemampuan saya agar benar-benar menjadi expert dibisnis ini. Anda mau ahli dibidang apa?

Teruslah BELAJAR dan Tetap SEMANGAT.....

Selasa, 28 April 2009

5 Dimensi Pelayanan

Ada 5 Dimensi Pelayanan yang sangat menentukan dan harus diterapkan dalam perusahaan agar terwujud Customer satisfaction (kepuasan pelanggan).

Pertama, dapat dipercaya (reliability).
Ini adalah dimensi terpenting dalam pelayanan. Perusahaan anda belum bisa disebut telah memberikan pelayanan sempurna kalau sebagian besar pelanggan anda belum bisa mempercayakan masalah mereka kepada anda. Supaya bisa dipercaya anda harus selalu benar, tidak pernah gagal dan selalu tepat janji.

Kedua, tanggap (responsiveness).
Anda disebut cepat tanggap kalau selalu memberikan pelayanan dengan cepat.

Ketiga, rasa pasti (assurance).
Hal ini tidak gampang dicapai. Anda mesti punya orang yang memiliki pengetahuan dan keahlian yang cukup dalam melayani pelanggan. Kemauan melayani saja tidak cukup. Lengkapnya mampu dan mau. Kepastian itu jadi lengkap kalau anda memang sudah punya kredibilitas di masyarakat.

Keempat, empati (empaty).
"Listening is powerful", kata orang. Berempati bukan berarti anda harus selalu setuju apa yang dikatakan pelanggan. Tapi anda mau mengerti situasi pelanggan. Setelah mengetahui situasi secara detail, anda justru bisa menentukan sikap secara lebih tepat.

Berempati harus aktif mendengar sambil berpikir tentang alternatif tindakan apa yang secepatnya akan diambil.
Bukankah pelanggan tidak raja lagi? Mereka bukan tidak mungkin bisa salah. Bagaimanapun mereka penting. Maka seorang pelayan digaris depan harus dibekali teori mengambil keputusan dan memecahkan masalah.
Pelayan tidak boleh hanya sebagai tukang tampung masalah, tapi bisa juga menyelesaikan persoalan pelanggan dan mengambil keputusan yang tepat. Tentunya dalam batas-batas yang diberikan.

Kelima, hal-hal yang tampak kongkret (tangibles).
Seperti bangunan fisik, penampilan orang, dan suasana interior juga akan mempengaruhi penilaian pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan.

Urutan kelima dimensi itu bisa dibolak-balik. Soalnya ada perbedaan diantara berbagai industri, segmen pelanggan dan berbagai negara.

Apakah perusahaan anda sudah menerapkan kelima dimensi pelayanan tersebut? Semoga bermanfaat dan anda terinspirasi.

Teruslah BELAJAR dan Tetap SEMANGAT.....

Selasa, 07 April 2009

Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 3

Tulisan lanjutan dari Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 2.

Tips dalam memasarkan produk yang terakhir adalah:
Pahami Ramuan Pemasaran (Marketing Mix).
Pemasaran bukan hanya menjual semata. Ujung dari pemasaran adalah transaksi penjualan.Kegiatan pemasaran tidak hanya menawarkan produk ke calon pembeli, seperti yang diuraikan sebelum nya, tapi pemasaran juga menetapkan jenis-jenis produk yang tepat untuk sasaran konsumen, menetapkan harga, menetapkan sistem distribusinya, dan juga kiat promosinya. Dalam dunia pemasaran disebut juga ramuan pemasaran (Marketing Mix).

1. Product.
Mencakup keragaman produk, mutu, desain, karakteristik, merek dagang, kemasan, ukuran, pelayanan, dan jaminan.

2. Price.
Mencakup harga agen, harga eceran, diskon, kemudahan, sistem pembayaran, dan fasilitas kredit.

3. Place.
Mencakup lokasi usaha, distribusi produk, persediaan barang.

4. Promotion.
Dalam bisnis modern, promosi merupakan senjata ampuh untuk membujuk konsumen supaya membeli. Ada 5 cara promosi yang umum dilakukan pebisnis, yaitu direct selling, sales promotion, public relation, publication, dan advertising.

Demikian penjelasan tentang Tips Memasarkan Produk dengan Praktis. Semoga tips tersebut bermanfaat bagi pembaca dan bagi saya sendiri agar saya selalu mengingat nya. Tulisan yang berlanjut tentang Tips Memasarkan Produk dengan Praktis saya kutip dari buku karangan
Bambang Suharno yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya. Semoga bermanfaat..

Teruslah BELAJAR dan Tetap Semangat.....

Senin, 23 Maret 2009

Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 2

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelum nya yaitu : Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 1

Saya minta ma'af karena janji saya untuk melanjutkan tulisan tentang Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 1 tidak segera diselesaikan. Dan baru sekarang saya akan melanjutkan dan membahas tentang tema tersebut yang sempat tertunda selama beberapa bulan.

Perlu diingatkan kembali bahwa untuk memasarkan produk dengan praktis ada beberapa langkah antara lain : Tetapkan calon pembeli, Buat calon pembeli benar-benar menjadi pembeli, Buat pembeli lebih sering membeli, Buat mereka membeli lebih banyak.
Pada tulisan sebelumnya di Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 1 sudah dibahas tentang Tetapkan calon pembeli. Untuk sekarang ini saya akan membahas tentang Buat calon pembeli benar-benar menjadi pembeli dan Buat pembeli lebih sering membeli.

2. Buat calon pembeli benar-benar menjadi pembeli.
"The greatest money making secret in the history is giving", demikian kata salah seorang guru bisnis dunia. Untuk mendapatkan uang, cara paling mudah adalah memberi. Memberilah sesuatu ke orang lain maka anda akan mendapatkan sesuatu.
Banyak orang kebingungan mempromosikan produk atau jasanya. Apabila anda salah satu dari yang bingung mempromosikan produk atau jasa, ikutilah petuah memberi.

Sebagai gambaran, anda mau membuka jasa kursus privat bahasa inggris khusus anak-anak. Anda mau membuat brosur atau iklan tapi tidak punya uang. Sarannya berilah kursus gratis ke orang-orang sekitar anda. Anda bisa mengumumkan melalui forum pengajian, kelurahan RT atau RW. Katakan ini bulan promosi. Bulan pertama anda bisa beri gratis, bulan kedua sampai kelima diskon 50%, bulan selanjutnya diskon 25% dan seterusnya sampai tanpa diskon.
Contoh lain, anda membuka warung soto. Mulai promosi dengan memberi makanan ketarget pembeli. Jika berat,buat promosi "beli soto gratis teh manis". Atau variasi lain seperti voucher diskon atau yang lain terserah anda.

Dengan memberi sesuatu kepada calon pembeli, anda akan mendapatkan pembeli.

3. Buat pembeli lebih sering membeli.
Setelah berhasil menggaet pembeli, jadikan pembeli itu sebagai pelanggan.Jangan pernah kecewakan mereka, tanyakan respon tentang produk anda. Jangan takut mereka mengkritik produk anda. Karena dengan kritikan anda dapat melakukan perbaikan.
Ingatlah, semakin banyak pembeli semakin banyak komplain. Justru jika tidak ada komplain dikhawatirkan pembeli yang kecewa langsung pindah ketempat lain.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat pembeli menjadi pelanggan:
- Paket keanggotaan dengan diskon khusus.
- Minta masukan dan saran tentang pelayanan anda ke pembeli yang sudah berulang kali datang.
- Buat promosi bonus, misalnya "beli 10 gratis 1".
- Membuat garansi.
Untuk pembahasan yang lain akan dilanjutkan pada Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 3.Tunggu kelanjutan nya.

Teruslah BELAJAR dan Tetap SEMANGAT.....

Sabtu, 30 Agustus 2008

Tips Memasarkan Produk dengan Praktis 1

Kunci dari suatu usaha adalah pemasaran. Sebagus apapun produk yang anda pasarkan, jika produk itu tidak laku, tidak ada artinya bagi sebuah perusahaan.
Dalam menjalankan pemasaran, cara praktis adalah mencari pesaing yang banyak. Persaingan akan membuat anda banyak belajar dengan usaha sejenis. Selain itu, akan membuat usaha lebih efisien. Tips dalam memasarkan produk berikut akan dibagi dalam beberapa seri dan akan dibahas satu persatu. Berikut ini tips dalam memasarkan produk: Tetapkan calon pembeli, Buat calon pembeli benar-benar menjadi pembeli, Buat pembeli lebih sering membeli, Buat mereka membeli lebih banyak setiap kali membeli.
1. Tetapkan calon pembeli.
Para pengusaha sukses pasti tahu calon pelanggannya atau dalam bahasa marketing adalah target market. Bukan hanya target umum, melainkan dirinci, misalnya kalangan muda umur 20-25 tahun, pendidikan sarjana, penghasilan lebih dari Rp. 2 juta per bulan, dan lain- lain.
Dengan mengenali calon pelanggan lebih mudah untuk melakukan pemasaran agar mereka tertarik membeli produk yang dijual.
Mengenali calon pembeli adalah langkah awal kesuksesan pemasaran produk. Anda perlu tahu jumlah mereka dan perubahan-perubahan yang terjadi sepanjang tahun.
Bersambung ke seri berikutnya.....

Teruslah BELAJAR dan Tetap SEMANGAT.....